Tragedi Buah Apel

Seorang guru wanita sedang mengajar murid-muridnya di hari pertama masuk sekolah. Diatas papan tulis ia mencoba menggambar buah apel, lalu sambil membalikkan badannya ia bertanya kepada para murid:

"Gambar apa ini ?"

Tak ayal para murid secara serentak berseru: "Pantat!"

Mendengar jawaban tersebut, guru tersebut menangis sambil setengah berlari mencari kepala sekolah untuk mengadukan perilaku murid-muridnya.

Melihat tangisan sang guru wanita tersebut, kepala sekolah tanpa menanyakan alasannya, langsung saja menerjang masuk ke ruang kelas, lalu dengan emosi ia memarahi semua murid:

"Kalian sungguh berani-beraninya mempermainkan seorang guru! Apa yang kalian lakukan terhadapnya ?!"

Sesaat ruang kelas menjadi senyap, semua murid jadi bengong, sang kepala sekolah kemudian menoleh ke arah papan tulis, ia semakin marah ketika melihat apa yang tergambar di papan tulis:

"Ini sudah keterlaluan, kalian bahkan berani menggambar pantat di papan tulis!" Mendengar ini sang guru wanita langsung pingsan

Bawahan Dikit Kek

3 orang Wisatawan dari Amerika, Hawaii, dan Indonesia sedang berbincang-bincang mengenai kelebihan negaranya masing-masing.
Wisatawan Hawaii berkata,"Di negaraku ada pohon kelapa yang tingginya selangit." Lalu wisatawan Indonesia dan Amerika berkata,"Ah, nggak mungkin."
Wisatawan Hawaii lalu berkata,"Ya, bawahan dikit deh."

Wisatawan Amerika nggak mau kalah dan berkata:"Di negaraku ada pesawat terbang yang bisa mencapai langit ke tujuh." Wisatawan Indonesia dan Hawaii tidak percaya dan berkata"itu sih nggak mungkin." Wisatawan Amerika berkata " Ya, bawahan dikit deh.

Wisatawan Indonesia pun nggak mau kalah dan bercerita,

"Di negaraku ada yang bisa buang air kecil lewat pusar lho."
Wisatawan lain tidak percaya,"Ah, masa iya, nggak mungkin."

Wisatawan Indonesia berkata sama dengan wisatawan lain, "Ya, bawahan dikit deh."
Materi KOCAKGILA.com: "Tragedi Buah Apel" di atas adalah cerita lucu Fiktif, dan di salin kembali, Bila ada Nama atau Kejadian Serta Kalimat yang menyinggung, dipastikan itu hanya kebetulan Belaka
Share on :